Safe and SecureUpdate News

Abu Dhabi Jadi Kota Teraman di Dunia 10 Tahun Berturut-turut, Jakarta Masih Jauh di Belakang

Abu Dhabi kembali dinobatkan sebagai kota paling aman di dunia untuk kesepuluh kalinya, sementara Jakarta berada jauh di bawah dalam indeks global keselamatan.

Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, kembali menegaskan posisinya sebagai kota teraman di dunia selama sepuluh tahun berturut-turut, menurut data terbaru dari Numbeo Global Safety Index 2026. Gelar ini mencerminkan konsistensi kota dalam menjaga keamanan publik, baik saat siang maupun malam hari, melalui kombinasi strategi kepolisian proaktif dan teknologi canggih yang meningkatkan kualitas hidup warganya.

Dalam pemeringkatan global tersebut, Abu Dhabi menempati peringkat pertama dari ratusan kota yang dinilai berdasarkan indeks keselamatan yang meliputi persepsi publik terhadap keamanan, tingkat kejahatan, dan rasa aman saat berjalan sendiri baik di area padat maupun sepi. Prestasi ini menjadikan Abu Dhabi sebagai salah satu kota yang paling menarik bagi penduduk, wisatawan, dan investor dari seluruh dunia.

Kondisi ini kontras tajam dengan posisi sejumlah kota besar di Asia dan dunia lainnya. Menurut data Safe Cities Index 2025, beberapa kota di benua lain seperti Wellington (Selandia Baru), Hong Kong (China), dan Melbourne (Australia) juga masuk dalam daftar kota teraman dunia. Namun, Jakarta — ibu kota Indonesia — berada jauh di bawah dalam indeks keselamatan global, menempati angka sekitar 56,4 poin dalam daftar yang mencakup lebih dari 60 kota besar.

Posisi Jakarta ini menunjukkan tantangan besar dalam aspek keamanan, kesehatan, dan persepsi keselamatan publik dibandingkan dengan kota-kota yang lebih maju dalam hal infrastruktur dan manajemen risiko urban. Sebagai ibu kota dengan populasi padat dan mobilitas tinggi, peningkatan rasa aman masyarakat tetap menjadi agenda penting bagi pemerintah daerah maupun nasional.

Read More  Schneider Electric Luncurkan Inovasi Digital untuk Distribusi Energi yang Lebih Efisien

Banyak faktor yang memengaruhi skor keselamatan kota, termasuk tingkat kejahatan, kemampuan layanan darurat, keamanan publik di ruang terbuka, hingga persepsi sosial warga tentang lingkungan mereka. Kota-kota dengan skor tinggi biasanya memiliki sistem keamanan terpadu yang kuat, respons darurat yang efisien, serta program komunitas yang mendorong keterlibatan warga dalam menciptakan lingkungan lebih aman.

Sementara itu, kota lain di Asia atau Eropa yang sering masuk daftar teratas umumnya memiliki indeks keselamatan yang jauh berada di atas jakarta, menandakan perbedaan substansial dalam efektivitas penanganan isu keamanan kota. Hal ini memberikan gambaran bahwa pencapaian rasa aman secara luas bukan sekadar masalah penurunan angka kejahatan, tetapi juga melibatkan aspek sosial, ekonomi, dan infrastruktur yang baik.

Para pakar urban menilai bahwa keamanan kota adalah fondasi penting bagi kualitas hidup, pertumbuhan ekonomi, hingga investasi jangka panjang. Kota yang aman cenderung menarik lebih banyak talenta, wisatawan, serta bisnis, hal ini terlihat jelas dari konsistennya Abu Dhabi berada di puncak daftar sebagai kota teraman dunia.

Dengan kondisi Jakarta yang masih memiliki poin keselamatan lebih rendah, tantangan ke depan adalah memperkuat sistem keamanan publik, memperbaiki layanan darurat, dan membangun persepsi aman di masyarakat melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Langkah-langkah strategis semacam ini dibutuhkan untuk mendekatkan Jakarta pada standar global yang tinggi dalam hal keamanan dan kualitas hidup warganya.

Back to top button